Jumat, Mei 24

Peningkatan Besar Kedatangan Jemaah Umrah dalam Beberapa Bulan Mendatang

Share

Beberapa negara ada yang lebih dulu diizinkan masuk ke Arab Saudi, seperti Amerika Serikat dan Inggris. Setelah itu, dilanjut dengan dibukanya izin umrah untuk jemaah Indonesia.

Ibadah umrah di Arab Saudi pada masa pandemi Covid-19 untuk jemaah Indonesia boleh dilaksanakan kembali, terhitung mulai 8 Januari 2022. Sehubungan dengan hal tersebut, kedatangan jemaah umrah asing di Arab Saudi diperkirakan akan meningkat besar dalam tiga bulan mendatang.

Meningkatnya kedatangan jemaah umrah dari negara asing berakhir pada bulan Ramadhan, puncak musim umrah tahunan seperti dilansir dari Saudi Gazette (12/01).

Saeed Bahashwan, Anggota Komite Nasional Penyelenggaraan Ibadah Haji, Umrah, dan Kunjungan Arab Saudi, mengatakan sektor jasa umrah mengharapkan peningkatan besar jumlah jemaah haji yang datang dari luar negeri selama tiga bulan ke depan yaitu Rajab, Syaban dan Ramadhan.

Berdasarkan hal tersebut, persiapan yang matang sedang berlangsung dari sejumlah negara untuk mengirimkan peziarah atau jemaah mereka ke Makkah. Negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Pakistan, India, Mesir, Tunisia, Aljazair, Uzbekistan dan Libya (Al-Arabiya melaporkan).

Sebanyak 201 perusahaan dan lembaga umrah berlisensi disiapkan untuk memberikan layanan terbaik mereka kepada para jemaah. Hal ini disiapkan mulai dari kedatangan para jemaah, hingga keberangkatan kembali ke Tanah Air. Dengan begitu, para jemaah dapat melakukan ritual umrah dengan mudah dan nyaman tanpa mengganggu nilai ibadah.

Ditekankan oleh Saeed Bahashwan, kesiapan perusahaan dan lembaga layanan umrah untuk memberikan layanan terbaik kepada para jemaah ini sudah termasuk hotel, serta transportasi dan katering. Ketiga hal tersebut tentu harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan virus Corona.

Protokol virus Corona sangat berperan dalam peningkatan jemaah. Implementasi sistem elektronik yang efektif untuk mendapatkan izin melakukan umrah, salat di Masjidil Haram (Makkah) dan Rawdah di Masjid Nabawi (Madinah), mengunjungi makam Nabi, dan mengatur pengaturan untuk kelancaran arus jemaah.

Hal ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemulihan sektor umrah. Juga dengan kenaikan tingkat hunian hotel dan fasilitas perumahan, serta peningkatan kegiatan komersial dalam hal transportasi, restoran, belanja dan sektor jasa lainnya di kota suci Makkah dan Madinah.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menekankan bahwa jemaah umrah, pengunjung, dan peziarah harus sepenuhnya mematuhi tindakan pencegahan virus Corona. Pakai masker dan jaga jarak sosial di Dua Masjid Suci untuk melindungi diri dari penularan infeksi.

Dikutip dari Saudinesia, tidak mengenakan masker medis atau penutup hidung dan mulut termasuk pelanggaran tindakan pencegahan virus Corona. Nantinya, akan dikenakan hukuman individu sebesar 1.000 riyal. Hukuman yang telah ditetapkan pada pelanggaran sebelumnya akan dilipatgandakan jika terjadi pengulangan sampai 100.00 riyal.

Temukan informasi lainnya hanya di website Aqobah dan Instagram @aqobah.travel. Nikmati perjalanan haji dan umrah Anda dengan nyaman bersama Aqobah. Kami akan mengantar Anda ke Baitullah dengan santun dan amanah.

#umrah #umrah2022 #umrahramadhan #peningkatanjemaah #jemaahumrah


Share