Sabtu, Juni 15

Makna Haji dalam Islam dan Hadisnya

Share

Waktu pelaksanaan haji semakin dekat. Jutaan umat Islam di seluruh bagian negara tentu menyiapkan segalanya untuk berkumpul di Makkah dan tempat-tempat suci lainnya.

Berdoa, melaksanakan berbagai ritual haji, serta melihat pemandangan yang menakjubkan di kota-kota suci adalah beberapa hal yang dirindukan oleh para peziarah/calon jemaah haji.

Bagi umat Islam, menunaikan ibadah haji adalah bagian dari rukun islam yang ke-5, memenuhi panggilan Allah SWT untuk mengunjungi rumah-Nya. Mereka yang memiliki kesempatan untuk beribadah haji akan sangat menghargai dan menjaga hajinya.

Seperti dilansir dari About Islam, berikut beberapa hadis mengenai haji.

  1. Haji: Sebuah Rukun Islam

Dalam H.R. Bukhari dan Muslim, haji menjadi rukun Islam yang sangat diperlukan.

“Islam dibangun di atas lima [pilar]: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, melakukan haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.”

  1. Haji: Sekali dalam Seumur Hidup

Haji memang sangat penting bagi umat Islam. Namun, Anda cukup melakukannya satu kali seumur hidup Anda. Seperti dijelaskan dalam H.R. Muslim:

“Wahai orang-orang! Allah telah mewajibkan haji atasmu, maka lakukanlah.”

Seorang pria bertanya, ‘Setiap tahun, ya Rasulullah?’

Rasulullah diam. Ketika pria itu mengulangi pertanyaannya tiga kali, Rasulullah berkata:

“Seandainya saya menjawab setuju, itu akan menjadi kewajiban (tahunan), dan ini di luar kemampuan Anda.”

Kemudian dia menambahkan:

“Tinggalkan saya sendiri selama saya meninggalkan Anda sendiri (yaitu jangan bertanya tentang hal-hal yang tidak saya sebutkan). Apa yang menyebabkan kehancuran orang-orang sebelum Anda adalah bahwa mereka banyak bertanya, dan tidak setuju dengan para nabi mereka.

Maka jika aku memerintahkanmu untuk melakukan sesuatu, lakukanlah sesuai dengan kemampuanmu, dan jika aku melarangmu melakukan sesuatu, hindarilah.”

  1. Haji: Peringkat dan Nilai Khusus

Dalam H.R. Bukhari dan Muslim, disebutkan mengenai kedudukan istimewa pada haji. Hal ini berawal dari para sahabat Nabi yang sangat ingin mengetahui amalan paling baik, agar dapat mengutamakan amal kebaikannya sesuai dengan nilainya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi ditanya, “Amal apa yang paling baik?”

Nabi bersabda, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Dia ditanya lagi, “Apa selanjutnya?”

Nabi berkata, “Jihad [berjuang] di jalan Allah.”

Dia ditanya lebih lanjut, “Dan apa selanjutnya?”

Dia berkata, “Haji mabrur [yaitu. Haji diterima oleh Allah SWT]”

  1. Haji: Jihad Tanpa Konflik

Jihad berarti usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga (KBBI Daring). 

Namun, haji juga sebagai jihad. Melewati kesulitan perjalanan dan keramaian, upaya fisik yang dikerahkan saat melaksanakan berbagai ritual haji, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, serta pengorbanan uang dan waktu. Ini yang membuat haji juga sebagai suatu bentuk jihad.

Pada H.R. Bukhari dan Muslim, ‘Aisyah r.a. bertanya kepada Rasulullah:

“Karena jihad adalah perbuatan terbaik, bukankah kita [wanita] harus berjihad?”

Nabi menjawab, “Jihad terbaik bagimu [wanita] adalah haji mabrur.”

`Aisyah kemudian berkata, “Saya telah tertarik untuk melakukan haji secara teratur sejak saya mendengarnya dari Rasulullah.”

Adapun seorang pria datang kepada Rasulullah dan berkata bahwa dia lemah dan pengecut. Rasulullah kemudian menyuruhnya untuk berpartisipasi dalam jihad yang tidak melibatkan pertempuran apa pun, yakni haji.

  1. Haji: Menghapus Catatan Dosa

“Barangsiapa yang menunaikan haji dan tidak melakukan kecabulan atau pelanggaran, maka dia akan kembali [bebas dari dosa] seperti pada hari ibunya melahirkannya.” (H.R. Bukhari)

  1. Haji: Perlindungan dari Api Neraka

“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka lebih dari [mereka yang dibebaskan pada] hari Arafah.

Dan, sesungguhnya, Dia mendekat dan kemudian dengan bangga berbicara tentang mereka [yaitu. para peziarah] di hadapan para malaikat, dengan mengatakan, ‘Apa yang mereka cari?’”(H.R. Muslim)

  1. Haji: Delegasi Terhormat

“Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menunaikan haji, dan orang yang menunaikan umrah, semuanya adalah utusan Allah. Dia memanggil mereka dan mereka menanggapi panggilan-Nya, dan mereka bertanya kepada-Nya dan Dia menjawab permohonan mereka.” (Ibnu Majah dan disahkan oleh Al-Albani)

Tunaikanlah ibadah haji jika mampu (fisik, finansial, dsb.), segera daftarkan porsi haji Anda. Bersama Aqobah Tour & Travel, kami akan mengantar Anda ke Baitullah dengan santun dan amanah.

Kami menyediakan paket haji plus mulai dari Rp 130 jutaan. Kunjungi Instagram @aqobah.travel untuk informasi selengkapnya. Simak informasi seputar haji, umrah, Arab Saudi, dan serba muslim hanya di blog Aqobah. 

#haji #hadishaji


Share